Scroll untuk baca artikel
Berita

Kabag SDM Pimpin Sidang BP4R Personil, Ini Harapannya

×

Kabag SDM Pimpin Sidang BP4R Personil, Ini Harapannya

Sebarkan artikel ini

Lombok Utara, Polda NTB-Tiga pasang calon pengantin yang akan menikah dengan anggota Polri telah menjalani sidang BP4R (Badan Pembantu Penasehat Perkawinan Perceraian dan Rujuk) di Aula Sarja Arya Racana Polres Lombok Utara pada Kamis (20/6).

Sidang yang berlangsung khidmat ini dipimpin oleh Kabag SDM AKP I Dewa Gede Wija Astawa,SH,di dampingi Kasi Propam AKP I Nyoman Suardika, Wakil Ketua Bhayangkari Ny. Armani Adi,  para pejabat terkait, rohaniawan dan para orang tua saksi. Mereka bersama-sama memberikan arahan dan nasihat kepada para calon pengantin, menekankan pentingnya persiapan yang matang sebelum memasuki kehidupan berumah tangga.

Kabag SDM AKP I Dewa Gede Wija Astawa, SH dalam sambutannya menyatakan, menjadi bagian dari keluarga Polri bukanlah perjalanan yang ringan. Setiap calon harus melewati serangkaian prosedur yang ketat, termasuk sidang BP4R ini, untuk memastikan bahwa mereka siap menghadapi tantangan yang akan datang.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap pasangan memiliki fondasi yang kuat untuk mendukung satu sama lain,” ujar Kabag SDM

Sementara itu Ny. Armani Adi, wakil Ketua Bhayangkari Cabang Lombok Utara, memberikan pencerahan tentang peran vital seorang Bhayangkari dalam mendampingi suami yang bertugas sebagai pelindung dan pelayan masyarakat.

“Jaga etika dan integritas, serta menghindari sikap hedonis yang dapat merusak citra keluarga dan organisasi” Ujar Ny. Armani.

 

Para calon Bhayangkari juga diingatkan tentang pentingnya memiliki Kartu Istri Anggota Polri (KIP) atau Kartu Penunjukan Suami (KPS) sebagai bukti legalitas dalam organisasi.

Ny. Armani Adi juga menambahkan bahwa setiap masalah keluarga harus diselesaikan dengan bijaksana untuk mencegah KDRT.

Sidang BP4R ini merupakan langkah awal dalam membentuk keluarga Polri yang sakinah, mawadah, dan warohmah. Dengan pembekalan nilai-nilai agama dan sosial yang baik, diharapkan setiap keluarga dapat menjadi contoh bagi masyarakat dalam membangun kehidupan yang harmonis dan sejahtera. ( Zett )