Scroll untuk baca artikel
Berita

Pesona Tradisi Nyongkolan di Lombok Barat: Perpaduan Budaya dan Kemeriahan

×

Pesona Tradisi Nyongkolan di Lombok Barat: Perpaduan Budaya dan Kemeriahan

Sebarkan artikel ini
Polisi Amankan Nyongkolan di Sekotong

Lombok Barat, NTB – Kepolisian Sektor (Polsek) Sekotong, Polres Lombok Barat, Polda Nusa Tenggara Barat (NTB), mengamankan dan mengatur arus lalu lintas dalam kegiatan adat Sasak nyongkolan, Sabtu (2/3/2024). Nyongkolan adalah prosesi pengantin pria menjemput pengantin wanita di rumahnya.

Kapolsek Sekotong, Polres Lombok Barat, Polda NTB, Iptu I Ketut Suriarta, SH., M.I.Kom., mengatakan, pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas ini untuk menjaga ketertiban dan kelancaran kegiatan nyongkolan yang melibatkan banyak peserta dan kendaraan.

“Kami melakukan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas sejak pukul 16.00 Wita sampai selesai. Juga menghimbau para peserta nyongkolan untuk menjaga kamtibmas dan tidak mengganggu pengguna jalan lain,” ujar Ketut Suriarta.

Rombongan Pengantin Diiringi Kecimol dan Gendang Belek

Pengamanan kegiatan nyongkolan oleh Polsek Sekotong ini berlangsung dari dusun Gumese Selatan, desa Giri Tembesi, kecamatan Gerung, kabupaten Lombok Barat, menuju dusun Sayong Apit Aik, desa Cendi Manik, kecamatan Sekotong, kabupaten Lombok Barat.

Rombongan pengantin pria dan wanita mendapat iringan kecimol dan gendang belek, alat musik tradisional Sasak yang menghasilkan bunyi yang meriah dan menggembirakan. Para pemuda yang ikut dalam rombongan juga berjoged dengan semangat dan riang.

“Kegiatan nyongkolan ini adalah salah satu tradisi adat Sasak yang harus kita lestarikan dan kembangkan. Kami sangat mengapresiasi kehadiran Polsek Sekotong yang membantu kami dalam mengamankan dan mengatur arus lalu lintas. Sehingga kami merasa aman dan nyaman berkat bantuan mereka,” kata salah satu peserta nyongkolan.

Tidak Ada Kendala yang Berarti

Menurut Ketut Suriarta, pengamanan kegiatan nyongkolan oleh Polsek Sekotong berjalan dengan aman dan lancar. Tidak ada kendala yang berarti yang mengganggu jalannya kegiatan. Para peserta nyongkolan juga tertib dan patuh terhadap arahan petugas.

“Kami berharap kegiatan nyongkolan ini dapat berlangsung dengan khidmat dan sukses. Juga berharap masyarakat dapat menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polsek Sekotong. Kami siap memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tutup Ketut Suriarta.